Minggu, 05 Mei 2013

KARANGAN NON ILMIAH

Hans Krebs

Kehidupan Pribadi :
Hans Krebs lahir di Helmstedt, Jerman. Dia menjadi seorang prajurit Kekaisaran Jerman pada 1914. Lalu dipromosikan menjadi Letnan tahun 1915 dan menjadi Letnan satu tahun 1925. Lalu pangkatnya naik pesat sampai menjadi Jenderal Infanteri dan menjadi Kepala Staff Angkatan Darat Jerman Nazi saat Perang Dunia Kedua 

Berlin 1945 :
Sebagai Kepala Staff Oberkommando des Heeres/Angkatan Darat Jerman Nazi, Krebs berada di Führerbunker dibawah Kantor Kekanseliran Reich pada saat Pertempuran Berlin.
Pada 28 April 1945, Krebs menelepon Marsekal Lapangan Wilhelm Keitel yang saat itu Keitel berada di Markas Komando Tertinggi Wehrmacht di Fürstenberg. Krebs mengatakan bahwa jika bantuan tidak datang ke Berlin, semua akan jatuh. Keitel lalu berjanji mengirim bantuan. Keitel lalu menghubungi Jenderal Walther Wenck yang memimpin Tentara Angkatan Darat ke-12 Jerman dan Jenderal Theodor Busse yang memimpin Tentara Angkatan Darat ke-9 Jerman. Keitel memerintahkan Tentara ke-12 menyerang ke Berlin dari barat dan Tentara ke-9 menyerang dari selatan. Adolf Hitler telah memerintahkan kedua tentara untuk bergabung dan datang untuk membantu Berlin. Tetapi perintah itu dianggap mustahil oleh para Jenderal. Selain itu pasukan dibawah Jenderal Rudolf Holste telah bersiap untuk menyerang Berlin dari utara.
Masih pada tanggal 28 April, ketika diketahui bahwa Heinrich Himmler mencoba menegosiasikan menyerah kepada Sekutu barat melalui Count Folke Bernadotte tanpa diketahui Hitler, Krebs menjadi bagian dari sebuah pengadilan militer yang diperintahkan oleh Hitler untuk mengadili Himmler secara militer via Hermann Fegelein. Namun Fegelein terlalu mabuk untuk mengikuti pengadilan militer sehingga akhirnya Fegelein ditembak mati.
Tanggal 29 April, Krebs, Joseph Goebbels, Martin Bormann dan General der Infanterie Wilhelm Burgdorf melihat dan menandatangani surat wasiat terakhir dari Hitler. Malam harinya, Krebs menghubungi Alfred Jodl yang menjabat Komandan Tertinggi Angkatan Darat melalui radio untuk menanyakan hal sebagai berikut:
  • Pertama, Dimana keberadaan Jenderal Wenck dan Angkatan Darat ke-12 ?
  • Kedua, Kapan serangan akan dilakukan oleh Angkatan Darat ke-12 ?
  • Ketiga, Dimana letak Tentara ke-9 ?
  • Keempat, Dari mana Tentara ke-9 akan menerobos ?
  • Kelima, Dimana Jendral Holste ?
Pagi hari tanggal 30 April, Jodl menjawab kepada Krebs:
  • Pertama, Jenderal Wenck tidak dapat bergerak di selatan Danau Schwielow
  • Kedua, karena itu, Angkatan Darat ke-12 tidak dapat dapat meneruskan serangan kepada Tentara Merah dan membantu Berlin
  • Ketiga, sebagian besar Tentara ke-9 telah menyerah
  • Keempat, Jenderal Holste melakukan defensif
Pada hari itu juga, pukul 15.30 Hitler bunuh diri. Sesuai dengan keinginan wasiat terakhir Hitler, Großadmiral (Grand Admiral/Laksamana Besar) Karl Dönitz diangkat menjadi penerus Hitler sebagai Staatsoberhaupt (Kepala Negara) dengan gelar Reichspräsident (Presiden Reich) dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Dan juga Hitler memerintahkan kepada Menteri Penerangan Umum dan Propaganda Joseph Goebbels untuk menjadi "Kepala Pemerintahan" dengan gelar Reichskanzler (Kanselir Reich).

Proses menyerah dan akhir hayat

Pada tanggal 1 Mei, setelah Hitler bunuh diri pada 30 April, Goebbels mengirim Krebs dan Kolonel Theodor von Dufving,dibawah bendera putih, untuk memberikan surat yang ditulis untuk Jenderal Vasily Zhukov dari Tentara Merah. Dufving adalah Kepala Staff Divisi Artileri yang dipimpin oleh Jenderal Helmuth Weidling. Surat itu berisi tentang penerimaan penyerahan oleh Goebbels. Zhukov adalah Komandan Angkatan Darat ke-8 Tentara Merah Soviet yang menguasai wilayah Berlin tengah. Krebs sampai sebelum pukul 4 pagi dan membuat Zhukov terkejut. Lalu dengan berbicara bahasa Rusia, Krebs mengatakan bahwa Hitler dan Eva Braun, istrinya telah bunuh diri di Bunker bawah tanah Kantor Kekanseliran Reich. Zhukov tidak menyadari bahwa terdapat Bunker dibawah Kantor Kekanseliran Reich dan ia juga tak menyadari bahwa Hitler telah menikah. Dan dengan tenang Zhukov mengatakan bahwa ia tahu tentang itu. Soviet yang hanya menerima penyerahan tanpa syarat akhirnya tidak menyetujui Surat Goebbels dan negosiasi dari Krebs. Akhirnya pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan.
Sekitar pukul 8 malam tanggal 1 Mei, Goebbels bunuh diri dengan istrinya, Magda, setelah membunuh anaknya sendiri. Lalu mayatnya dibakar oleh ajudannya. Setelah itu, Krebs melakukan bunuh diri. Lalu tanggung jawab proses penyerahan Berlin diberikan kepada Jenderal Artileri Helmuth Weidling, Komandan Zona Pertahanan Berlin.

Jabatan :
Selama satu dekade jabatannya adalah:
  • 1936-1939: atase militer di Moskow (Krebs fasih berbahasa Rusia)
  • 1939: Kepala Seksi Pelatihan Angkatan Darat
  • 1939-1942: Kepala Staf Korps VII
  • 1942-1943: Kepala Staf Angkatan Darat Kesembilan Jerman, Front Timur
  • 1943-1944: Kepala Staf Angkatan Darat Grup Pusat, Front Timur
  • 1944-1945: Kepala Staf Angkatan Darat Grup B, Front Barat
  • 1945: Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Darat (OKH)
  • 1945, 1 April - 1 Mei: Kepala Staf Umum Angkatan Darat (OKH)


 Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Hans_Krebs_%28tentara%29

KARANGAN ILMIAH

Definisi :
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Ciri-ciri karangan ilmiah :
Karangan ilmiah mempunyai beberapa ciri, antara lain:
a). Pertama, jelas. Artinya semua yang dikemukakan tidak samar-samar, pengungkapan maksudnya tepat dan jernih.

b). Ke dua, logis. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
c). Ke tiga, lugas. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang pokok.
d). Ke empat, objektif. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya.
e). Ke lima, seksama. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan atau kehilafan betapapun kecilnya.
f). Ke enam, sistematis. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang memperlihatkan kesinambungan.
g). Ketujuh, tuntas. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Macam-macam karangan ilmiah :
Jenis karangan ilmiah banyak sekali, diantaranya :
  1. makalah,
  2. skripsi, 
  3. tesis, 
  4. disertasi dan 
  5. laporan penelitian 
Perbedaan karangan ilmiah dan karangan non-ilmiah :
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semi-ilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semi-ilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semi-ilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel,  feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Sifat karangan ilmiah :
  •   Lugas dan tidak emosional.
  • Logis.
  • Efektif.
  • Efisien.
  • Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

Contoh karangan ilmiah :
Karya Ilmiah Biologi: Tumbuhan Kacang Hijau

BAB 1. PENDAHULUAN
Latar belakang
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah. Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di spasaran sebagai hunkue, digunakan dalam pembuatan kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.
Manfaat tumbuhan Kacang Hijau
Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukuptinggi dan merupakan sumber mineralpenting, antara lainkalsiumdanfosfor. Sedangkan kandungan lemaknyamerupakan asam lemak tak jenuh. Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijaubermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hijau jugamengandung rendah lemak yang sangat baik bagimereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi.Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijaumenjadikan bahan makanan atau minuman yang terbuatdari kacang hijau tidak mudah berbau. Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak takjenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi.Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kacang hijau mengandung vitamin B1 yang bergunauntuk pertumbuhan dan vitalitas pria. Maka kacang hijaudan turunannya sangat cocok untuk dikonsumsi olehmereka yang baru menikah.
Kacang hijau juga mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh, oleh karena itu anak-anak dan wanita yang baru saja bersalin dianjurkan untuk mengkonsumsinya.
-Rumusan Masalah
Dari hasil praktikum yang kami ikuti rumusan masalah yang dapat kami ambil adalah bagaimana cara bertumbuh dan berkembangnya kacang hijau yang menjauhi cahaya/tidak dipengaruhi oleh cahaya.
-Tujuan Penelitian
Untuk dapat melakukan penelitian secara ilmiah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan atau perkembangan tumbuhan (faktor eksternal maupun internal).
-Manfaat Penelitian
Mengetahui seberapa besar cahayaterhadap pertumbuhan kacang hijau.
-Variabel Penilitian
  • Variabel kontrol, meliputi : media tumbuh, jenis bibit, jumlah air.
  • Variabel bebas, meliputi : suhu udara, jumlah cahaya, kelembaban udara.
  • Variabel terikat, meliputi : jumlah daun, tinggi batang, usia tanaman, kualitas tanaman.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Landasan teori
kacang hijau bertubuh dengan 2 faktor :Faktor internal – intraseluler ;gen-interseluler ;
hormon antara lain:
  • Auksin : merangsang perpanjangan sel terutama pada titik tumbuh dan juga merangsangpartenokapri ( timbulnya buah didahuluipembuahan), mempercepat diferensiasi.
  • Giberrelin : mempengaruhi peningkatan sel
  • Sitokinin : merangsang pembelahan sel
  • Kalin : – rhizokalin : merangsang pembentukan akar – kaulokalin : merangsang pembentukanbatang – filokalin : merangsang pembentukan daun
  • Traumalin: mempercepat pertumbuhan luka
  • Gas etilen : merangsang pemasakan buah , batangtumbuh menjadi tebal
  • Gas asam absisat :mengahambat pertumbuhan ,membantu mengugurkan daun pada musim gugur.
Faktor eksternal
  1. Cahaya
  2. nutrisi
  3. suhu atau temperatur
  4. kelembapan
  5. PH
  6. gravitasi.
Hipotesis Asumsi
Benih kacang hijau yang di tanam tersebut memiliki daya tumbuh yang berbeda karena pengaruh cahayamatahari.Hipotesa : Berdasarkan asumsi di atas dapat disimpulkanbahwa ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau.
BAB 3. METODE PENELITIAN
Lokasi dan WAktu
Lokasi yang kami ambil sebagai tempat penelitianyaitu di rumah dan di sekolah, waktu yang kamigunakan selama 8 minggu (dua bulan).
Bahan, Alat penelitian
Di sesuaikan dengan tema penelitian yang di lakukan.
Cara Bekerja
Basahi kapas dengan air, setelah itu letakkan kapasdalam suatu wadah.Letakkan biji-biji kacang hijau pada kapas tersebut.Letakkan wadah tersebut pada tempat sejuk.Amati perkembangannya setiap hari.
BAB. 3 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PENELITIAN
Tabel 1 (POT 1 diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari)… Bersambung…
Ini adalah dimana hasil penelitian, silahkan diisi sesuai dengan penelitian kalian. Kami sengaja mengosongkan isi penelitian agar kamu benar-benar mau malakukan penelitian sendiri dan mandiri untuk membuat suatu karya ilmiah biologi dengan begitu maka hasil karya ilmiah kamu nantinya akan benar terbaik karna berasal dari pengamatan langsung.
PEMBAHASAN
Tanaman kacang hijau yang dietiolasi (tumbuhan yang tumbuh dalah gelap) pertumbuhannya lebih cepat daripadatanaman yang terkena banyak sinar natahari maupun ditempat yang redup karena kerja hormon auksin tidak dihambatoleh sinar matahari. Auksin adalah hormon tumbuh yangbanyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar danujung batang.
Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh. Akan tetapi batang tanaman tersebut tidah bisa tegak,melainkan melengkung. Begitu juga dengan daunnya. Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar, sertaberwarna hijau kekuning-kuningan dan agak pucat. Hal ini terjadi karena tanaman tidak mendapat sinar matahari samasekali sehingga tanaman tidak mampu menghasilkankarbohidrat untuk pembentukkan klorofil. Tanaman ini juga memiliki kadar air yang berlebihan akibat tidak terkena sinarmatahari. Dan karena tidak mendapatkan sinar matahari, lama-lama akan mengkerut lalu mati karena tidak mendapatsumber makanan.
Sedangkan tanaman kacang hijau yang mendapatkan sedikit sinar matahari / diletakkan di tempat reduppertumbuhannya berjalan normal. Tanaman nampak segar karena mendapatkan cukup sinar matahari. Daun tanaman tersebut berwarna hijau tua. Pertumbuhannya berjalan normal ke atas. Hormon auksin pada tanaman ini berjalan dengan normal yang mengakibatkan tidak terlalu tinggi. Daun juga mendapatkan cukup sinar matahari untuk pembentukan klorofil dari karboidrat. Berbeda lagi dengan tanaman yang selalu terkenacahaya matahari. Pertumbuhan tanaman ini sangat terhambattetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warna daunnya nampak berwarna hijau tua dan tampak segar. Hal ini terjadi karena tumbuhan terlalu banyak mendapatkan cahaya matahari yang menyebabkan hormon auksin terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil / pendek. Dengan demikian, sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau.
BAB 4. KESIMPULAN
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dapat di simpulkan bahwa kacang hijau yang tertinggi adalah kacang hijau yang di tanam di tempat gelap dan pertumbuhannya yang paling cepat juga di tempat gelap. Hal ini di sebabkan karena hormon auksin sangat cepat berkembang di tempat gelap.
SARAN
Di muka bumi ini, tumbuhan adalah sumber makanan. Saran kami adalah marilah kita menjaga kelestarian tanaman karenakita menyadari bahwa tanpa tanaman atau tumbuhan kita tidak akan bisa bertahan hidup di muka bumi ini.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah
http://miqrajurnalistik.blogspot.com/2007/06/mengenal-ragam-bahasa-karangan-ilmiah.html
http://fikarzone.wordpress.com/2011/02/15/karya-ilmiah-non-ilmiah/
http://tipssahabat.com/contoh-karya-ilmiah-biologi/

Minggu, 31 Maret 2013

TUGAS TIGA, BERPIKIR INDUKTIF


Penalaran induktif berasal dari pengetahuan sebelumnya mengenai sejumlah kasus sejenis, bersifat khusus, individual dan konkrit. Logika induktif berasal dari pengetahuan baru yang disimpulkan dari pengetahuan yang sebelumnya. Pengetahuan baru tersebut bersifat umum. Pada prinsipnya berpikir induktif alur pikirnya dimulai dari hal yang spesifik (khusus) ke arah yang lebih umum. Argumen induktif yang baik merupakan argumen yang benar dengan premis yang bisa memberikan alasan yang jelas dan benar tentang kebenaran dari kesimpulan. Ada beberapa hal yang terkait dengan berpikir induktif yaitu fakta-fakta, premis, kesimpulan dan argumen.
Berikut ini adalah beberapa tipe berpikir induktif (types of inductive argument):
·         A strong inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.
·         A weak inductive argument: suatu argumen dimana premis-premisnya tidak memberikan bukti yang kuat untuk mendukung kesimpulan.
·         A good inductive argument: suatu induktif argumen yang kuat dengan premispremis yang benar.
Kesimpulan yang didapat dalam berpikir deduktif merupakan suatu hal yang pasti, di mana jika kita mempercayai premis--premis yang dipakai sebagai landasan penalarannya, maka kesimpulan penlaran tersebut juga dapat kita percayai kebenaran sebagaimana kita mempercayai premis-premis terdahulu. Hal ini tidak berlaku pada kesimpulan yang ditarik secara induktif, meskipun premis yang dipakainya adalah benar dan penalaran induktifnya adalah sah, namun kesimpulannya bisa saja salah.
Logika induktif tidak memberikan kepastian namun sekadar tingkat peluang bahwa premis-premis tertentu dapat ditarik. Jika selama bulan oktober dalam beberapa tahun yang lalu hujan selalu turun, maka kita tidak bisa memastikan bahwa selama bulan oktober tahun ini juga akan turun hujan. Kesimpulan yang dapat kita tarik dalam hal ini hanyalah pengetahuan mengenai tingkat peluang untuk hujan pada tahun ini juga akan turun.
Bahaya menggunakan logika induktif yaitu terlalu cepat menarik kesimpulan yang berlaku umum, sementara jumlah kasus yang digunakan dalam premis kurang memadai dan premis yang digunakan kurang memenuhi kaedah-kaedah keilmiahan.

Contoh Penalaran Induktif
Premis:
1. Apel 1 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam
2. Apel 2 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam
3. Apel 3 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam
Kesimpulan:
Jadi semua apel keras, warnanya hijau, dan rasanya masam

Ciri-ciri penalaran induktif :
a.       Sintetis: kesimpulan ditarik dengan jalan mensintesakan kasus-kasus yang digunakan dalam premis-premis.
b.      General: kesimpulan yang ditarik selalu meliputi jumlah kasus yang lebih banyak.
c.       A posteriori: kasus-kasus yang dijadikan landasan argumen merupakan hasil pengamatan inderawi.
d.      Kesimpulan tidak mungkin mengandung nilai kepastian mutlak (ada aspek probabilitas).



Keraf, Gorys. 1994. Argumentasi dan Narasi. PT Gramedia, Jakarta

 Sumber : http://oxcidyeuh.blogspot.com/2012/03/argumentasi-narasi-karangan-gorys-keraf.html

TUGAS 2, BERPIKIR DEDUKTIF


Sebagai suatu istilah dalam penalaran, deduktif / deduksi adalah merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Dari pengalaman-pengalaman hidup kita, kita sudah membentuk bermacam-macam proposisi, baik yang bersifat umum maupun bersifat khusus. Dalam penalaran deduktif, penulis tidak perlu mengumpulkan fakta-fakta. Yang perlu baginya adalah suatu proposisi umum dan suatu proposisi yang mengidentifikasi suatu peristiwa khusus yang bertalian dengan suatu proposisi umum tadi. Bila identifikasi yang dilakukannya itu benar, dan kalau proposisinya itu juga benar, maka dapat diharapkan suatu kesimpulan yang benar. Uraian mengenai proses berpikir deduktif ialah seperti silogisme kategorial, entimem, rantai deduksi, silogisme alternatif, silogisme hipotesis dan sebagainya. Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Kalimat-kalimat tanya, perintah, harapan, dan keinginan tidak pernah mengandung proposisi. Inferensi berasal dari kata Latin inferre yang berarti menarik kesimpulan. Implikasi juga berasal dari bahasa Latin yaitu dari kata implicare yang berarti melibat atau merangkum. Dalam logika, juga dalam bidang ilmiah lainnya, inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Untuk membuktikan suatu kebenaran, argumentasi mempergunakan prinsip-prinsip logika sebagai telah dikemukakan diatas. Logika merupakan suatu cabang ilmu yang berusaha menurunkan kesimpulan-kesimpulan melalui kaidah-kaidah formal yang absah (valid). Istilah benar dan salah pertama-tama dipergunakan dalam argumentasi. Sebaliknya, untuk logika dipergunakan istilah absah (valid) dan tak absah (invalid).
Penalaran atau Logika memusatkan perhatiannya pada proses berpikir, sedangkan retorika memusatkan perhatiannya pada isi, pada kebenaran yang nyata yang ada di alam.
Dasar yang harus diperhatikan sebagai titik tolak argumentasi adalah:
1. Penulis harus mengetahui serba sedikit tentang subyek yang akan dikemukakannya, sekurang-kurangnya mengenai prinsip-prinsip ilmiahnya. Dengan demikian, penulis dapat memperdalam masalah dengan penelitian, observasi, dan autoritas untuk memperkuat data dan informasi yang telah diperolehnya.
2. Penulis harus bersedia mempertimbangkan pandangan-pandangan atau pendapat-pendapat yang bertentangan dengan pendapatnya sendiri. Dengan tujuan untuk mengetahui apakah diantara fakta-fakta yang diajukan lawan ada yang dapat dipergunakannya, sehingga justru akan memperlemah pendapat lawan.
3. Penulis harus berusaha untuk mengemukakan pokok persoalannya dengan jelas, harus menjelaskan mengapa ia harus memilih topik tersebut. Sementara itu pula, ia harus mengemukakan konsep-konsep dan istilah-istilah yang tepat.
4. Penulis harus menyelidiki persyaratan mana yang masih diperlukan bagi tujuan-tujuan lain yang tercakup dalam persoalan yang dibahas, dan sampai dimana kebenaran dari pernyataan yang telah dirumuskannya itu.
5. Dari semua maksud dan tujuan yang terkandung dalam persoalan itu, maksud mana yang lebih memuaskan penulis untuk menyampaikan masalahnya.

Untuk membatasi persoalan dan menetapkan titik ketidaksesuaian, maka sasaran yang harus ditetapkan untuk diamankan oleh setiap penulis argumentasi adalah:
1. Argumentasi harus mengandung kebenaran untuk mengubah sikap dan keyakinan orang mengenai topik yang akan diargumentasikan
2. Penulis harus berusaha untuk menghindari setiap istilah yang dapat menimbulkan prasangka tertentu.
3. Sering timbul ketidaksepakatan dalam istilah-istilah. Sedangkan tujuan argumenasi adalah menghilangkan ketidaksepakatan.
4. Pengarang harus menetapkan secara tepat titik ketidaksepakatan yang akan diargumentasikan.
Langkah-langkah penulis sebelum mengemukakan argument, diantaranya:
1. Proses pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan.
2. Rencana penyusunan yang baik atau terarah.
Argumentasi harus terdiri dari, pendahuluan adalah tidak lain dari pada menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen-argumen yang akan disampaikan, serta menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi itu harus dikemukakan dalam kesempatan tersebut. Karena sebuah argumentasi harus memancarkan kebenaran atau sebuah tenaga yang kuat untuk mempengaruhi sikap pembaca, maka tidak boleh ada hal-hal yang kontroversial dimasukkan ke dalam pendahuluan. Penulis harus berusaha untuk menyegarkan kembali ingatan pembaca tentang latar belakang dan seluk-beluknya sebelum memasuki argumentasi itu sendiri. Untuk menetapkan apa dan berapa banyak bahan yang diperlukan dalam bagian pendahuluan, maka penulis mempertimbangkan beberapa segi, yaitu
1.  Penulis harus menegaskan mengapa persoalan itu dibicarakan pada saat ini. Bila dianggap waktunya tepat untuk mengemukakan persoalan itu, serta dapat dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa lainnya yang mendapat perhatian saat ini, maka fakta-faktanya merupakan suatu titik tolak yang sangat baik.
2.  Penulis harus menjelaskan latar belakang historis yang mempunyai hubungan langsung dengan persoalan yang akan diargumentasikan, sehingga dengan demikian pembaca dapat memperoleh pengertian dasar mengenai hal tersebut.
3.  Pendahuluan harus harus jelas dibedakan persoalan-persoalan yang menyangkut selera dan persoalan-persoalan yang membawa ke konklusi yang obyektif.
Tubuh argumen, pengarang harus terus-menerus menempatkan dirinya di pihak pembaca, misalnya dengan menanyakan: apakah evidensi itu dapat diterima bila ia berada di tempat pembaca, apakah evidensi itu sungguh-sungguh mempunyai pertalian dengan pokok persoalan, apakah tidak ada cara lain yang lebih baik, dan sebagainya. Perlu ditegaskan, pengungkapan evidensi itu harus merupakan suatu proses yang selektif, dengan menampilkan bahan-bahan yang terbaik saja serta menolak evidensi-evidensi yang kurang baik.
Kesimpulan dan ringkasan. Dengan tidak mempersoalkan topik mana yang dikemukakan dalam argumentasi, penulis harus menjaga agar konklusi yang disimpulkannya tetap memelihara tujuan, dan menyegarkan kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai, dan kenapa konklusi-konklusi itu diterima sebagai sesuatu yang logis. Dalam tulisan-tulisan biasa, dimana tidak boleh dibuat kesimpulan-kesimpulan, maka dapat dibuat ringkasan dari pokok-pokok yang penting sesuai dengan urutan argumen-argumen dalam tubuh karangan itu.



Sumber : http://miqbalkb.wordpress.com/2012/04/01/bab-2-penalaran-gorys-keraf/

GORYS KERAF BAB PENALARAN ARGUMENTASI


Penalaran Menurut Gorys Keraf, adalah suatu proses berpikir yang menghubungkan fakta – fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan yang logis. Penalaran tidak hanya dapat dilakukan dengan memakai fakta – fakta yang polos, tetapi penalaran juga dapat menggunakan fakta – fakta yang berbentuk pendapat atau kesimpulan. Penalaran juga merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis. Proposisi selalu berbentuk kalimat, tetapi tidak semua kalimat adalah proposisi. Hanya kalimat deklaratif yang dapat mengandung proposisi, karena hanya kaliamat semacam itulah yang dapat dibuktikan atau disangkal kebenarannya. Kalimat proposisi dibagi menjadi 4 aspek yaitu berdasarkan bentuk, berdasarkan sifat, berdasarkan kualitas, dan berdasarkan pada kuantitas. 1. Berdasarkan Bentuk Ada 2 jenis proposisi berdasarkan bentuk yaitu: a. Proposisi tunggal, yaitu proposisi yang terdiri atas 1 subjek dan 1 predikat. b. Proposisi jemuk, yaitu proposisi yang terdiri dari 2 predikat. 2. Berdasarkan Sifat Ada 2 jenis proposisi berdasarkan sifat yaitu: a. Proposisi Kategorial, adalah proposisi yang berhubungan antara subjek dan predikat tidak memerlukan syarat apapun. b. Proposisi Conditional, adalah proposisi yang hubungan subjek dan predikat memerlukan syarat tertentu. 3. Berdasarkan kualitas Ada 2 jenis proposisi berdasarkan kualitas yaitu: a. Proposisi Afirmatif atau positif, adalah proposisi dimana ada kesesuaian antara subjek dan predikat. b. Proposisi Negatif, adalah tidak ada kesesuaian antara subjek dan predikat. 4. Berdasarkan Kuantitas Ada 2 jenis proposisi berdasarkan kuantitas yaitu: a. Umum atau universal b. Khusus atau spesifik Inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Cara Menguji Data 1. Observasi : fakta-fakta yang telah diajukan sebagai evidensi mngkin belum memuaskan seorang penulis. Maka untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri maka terkadang pengarang merasa perlu utnuk mengadakan peninjauan atau observasi singkat untuk mengecek data atau informasi dan sesungguhnya dalam banyak hal pernyataan yang diberikan seseorang biasanya didasarkan pula atas observasi yang diadakan. 2. Kesaksian: selain observasi, penulis juga melakukan pengujian dan meminta keterangan dari orang lain, yang telah mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan itu. Cara Menguji Fakta 1. Konsitensi: sebuah arumentasi akan kuat dan mempunyai tenaga persuasive yang tinggi kalau evidensi-evidensinya bersifat konsisten, tidak ada yang saling bertentangan atau melemahkan evidensi lainnya. 2. Koherensi: semua fakta yang akan dipergunakan sebagai evidensi harus pula koheren dengan pengalaman manusia atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku. Cara Menilai Autoritas 1. Tidak mengandung prasangka. 2. Pengalaman dan Pendidikan Autoritas. 3. Kemashuran atau Prestige. 4. Koherensi dengan kemajuan. 



Sumber : Wikipedia Bahasa Indonesia Narasi dan Argumentasi, Gorys Keraf 
http://hadynugrahaa.blogspot.com/2013/03/penalaran-menurut-gorys-keraf-adalah.html

Kamis, 21 Maret 2013

MELANKOLIS

Entah kenapa saat ini perasaan ku menjadi melankolis, saat mendengarkan sebuah lagu dan di temani dengan cahaya lampu jalan yang bercahaya menyinari sebagian sisi jalanan, yang aku tau saat ini aku sedang lelah karena aktivitas di kampus, ya mungkin ini hanya karena lelah.

Rabu, 20 Maret 2013

ORANG TUA

Bagi ku mereka adalah segalanya, meskipun saat ini aku belum bisa membahagiakan mereka dengan hasil jerih payah ku sendiri, aku sadar dulu aku adalah anak yang kurang berbakti terhadap orang tua, yang aku inginkan hanya bermain dan menghabiskan waktu dengan teman-teman tanpa memikirkan mereka, padahal setiap hari mereka selalu memikirkan anak nya.
 
Saya belajar dari pengalaman teman saya, mungkin anda jika di suruh orang tua akan menjawab : iya, nanti, suruh si adek kalo ga kaka aja, atau males ah, padahal mereka hanya menyuruh kita melakukan hal kecil, seperti : menyuruh belanja ke warung, menyuruh ambilkan sesuatu, menyuruh untuk mengantarkan nya ke suatu tempat, atau menyuruh kita memijat nya karena lelah sehabis bekerja di kantor, mungkin hal tersebut dapat membuat kita jengkel, tapi saat anda sudah kehilangan salah satu dari orang tua anda, anda akan sangat merindukan hal tersebut atau bahkan anda menyesal karena pernah menolak perntah nya, itulah yang pernah di alami oleh teman saya, di saat ayahnya meniggal dunia.

jadi di saat orang tua anda menyuruh untuk melakukan sesuatu atau apapun yang dapat membuat mereka bahagia (hal yang positif) maka lakukan lah. "Penyesalan selalu datang terlambat"